| Sekretariat | Bidang Pengembangan Kepegawaian | Bidang Kesejahteraan dan Kedudukan Hukum Pegawai | Bidang Mutasi Pegawai |

PROFIL KABUPATEN BARITO KUALA

      Nama Resmi
      :
      Kabupaten Barito Kuala
      Ibukota
      :
      Marabahan
      Provinsi 
      :
      Kalimantan Selatan
      Batas Wilayah
      :

      Utara: Kabupaten Hulu Sungai Utara
      Selatan: Laut Jawa
      Barat: Kota Banjar dan Kota Banjarmasin
      Timur: Kabupaten Kuala Kapuas

      Luas Wilayah
      :

      2.996,96 Km2

      Jumlah Penduduk
      :

      244.541 Jiwa (Sensus Penduduk 2004)

      Wilayah Administrasi
      :

      Kecamatan : 16
      Kelurahan : 7


SEJARAH KABUPATEN BARITO KUALA

Kabupaten Barito Kuala dengan Ibu Kota Marabahan di bentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959 yaitu tanggal 4 Juli 1959 yang sebelumnya daerah ini berstatus Kawedanan dibawah Pemerintah Kabupaten Banjar.Mengingat luas wilayah, jumlah penduduk, potensi yang dimiliki serta kondisi lainnya yang menunjang daerah ini untuk diangkat menjadi Daerah Otonom tingkat II,maka oleh tokoh-tokoh masyarakat di daerah ini diperjuangkan agar menjadi Daerah Tingkat II yang berotonomi.
Selanjutnya pada tanggal 4 Januari 1960 Gubernur Kepala Daerah Kalimantan Selatan (SYARKAWI) meresmikan Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala di Marabahan,sehingga sampai sekarang pada tanggal 4 Januari diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Kuala. Kabupaten Barito Kuala juga di kenal denga Bumi Selidah denga Motto "BAHALAP" artinya Barasih,Harum,Langkar dan Pantas.

GEOGRAFIS

Kabupaten Barito Kuala ibu kotanya Marabahan terletak paling barat dari Provinsi Kalimantan Selatan dengan batas-batas; sebelah utara kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Tapin,sebelah selatan Laut Jawa,sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin,sedangkan sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.Dengan posisi geografis berada 2o 29'50" - 3o 30'18" Lintang Selatan dan 114° 20'50" - 144o 50'18" Bujur Timur.
Luas Wilayah Kabupaten Barito Kuala adalah 2.996,96 KM2 atau sebesar 7,99 persen dari luas provinsi Kalimantan Selatan.
Kabupaten Barito Kuala meliputi 17 kecamatan. Wilayah kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Kuripan seluas 343,5 km2 (11,46%),kemudian Kecamatan Barambai 261,81 km2 (261,81%) dan Kecamatan Bakumpai 261,00 km 2 (8,71%).Sedangkan daerah yang wilayahnya paling kecil adalah Kecamatan Wanaraya dengan luasnya sebesar 37,50 km2 (2,68%).
Bentuk morfologi wilayah kabupaten Barito Kuala merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0,2 sampai dengan 3 meter dari permukaan laut.Karena merupakan dataran rendah maka hampir semua kecamatan yang ada di kabupaten Barito Kuala tumbuh hutan galam yang di gunakan sebagai bahan bangunan juga tumbuhan purun berguna untuk anyaman tikar,bakul dan sebagainya.Wilayah barito Kuala di belah oleh sungai besar yang membentang dari selatan sebagai muara sungainya (Kecamatan Tabunganen) sampai ke utara (Kecamatan Kuripan).
Selain Sungai Barito sungai yagn terdapat pada Kabupaten Barito Kuala antara lain : Sungai Negara,Sungai Kapuas,Sungai Alalak,Sungai Puntik,Saluran Drainase tamban,Saluran Drainase Anjir Pasar,Saluran Drainase Tabukan,Saluran Drainase Tabunganen Sungai-sungai ini selain berguna untuk transportasi air juga berguna untuk pengairan sawah.


LAMBANG  DAERAH


Sebagaimana kabupaten/kota lainnya,Kabupaten Barito Kuala mempunyai Lambang daerah yang telah diterbitkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala No.5 Tahun 1964 secara garis besar diuraikan sebagai berikut:
a.   Bagian Lambang:

  1. Lingkaran (bingkai) memakai dua strip/garis kecil bersegi lima.
  2. Padi Dan Purun.
  3. Senjat Pusaka Raja Tumpang Dan Telabang.
  4. Pita bertuliskan "SELIDAH"

b. Warna dan Makna Lambang:

  1. Lingkaran (Bingkai) berwarna biru dan diantara dua strip berwarna kuning.Segi lima dari bingkai /lingkaran ini mencerminkan Dasar Negara Pancasila dan Dasar Islam.Lingkaran (Bingkai) bersambung menjadi satu melambangkan persatuan yang teguh dan kokoh dikalangan rakyat.
  2. Padi berwarna Kuning dan Purun berwarna hijau mencerninkan sandaran hidup sebagian bear masyarakat adalah dari dua jenis tanaman tersebut.
  3. Senjata Pusaka Raja tumpang berwarna putih perak dan hulu hitam ke abu-abuan,Telabang berwarna hitam pekat . Warna Raja Tumpang melambangkan kemurnian dan kesucian.Sedangkan Warna hitam telabang melambangkan keteguhan,ketabahan dan kekuatan hati.Raja Tumpang dan Telabang sebagai senjata pusaka dianggap sebagai benda keramat yang setiap saat dan waktu memberi/mengilhami rakyat dengan jiwa dan semangat patriot untuk rasa kebangsaanya.  

CURAH HUJAN

Curah hujan disuatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim,keadaan geografis,dan perputaran/pertemuan arus udara.Curah hujan tertinggi pada Tahun 2007 di daerah ini terjadi pada bulan Maret dan Desember yaitu masing-masing sebesar 476,74 dan 442,57 mm sedangkan curah hujan terendah terjadi di bulan September yakni sebesar 27,75 mm.
Jumlah curah hari hujan selama Tahun 2007 sebesar 3.040 mm,sedangakan jumlah hari hujan selama Tahun 2007 sebanyak 174 hari dengan hari hujan terbanyak adalah di bulan Februari sebesar 22 hari hujan.Hari hujan terjarang terjadi di bulan September dan Agustus hanya 4 hari dan 7 hari hujan.

LETAK GEOGRAFIS

Kabupaten Barito Kuala Terletak antara :
Lintang Selatan : 2 derajat 29' 50'' - 3o 30' 18"
Bujur Timur : 114 derajat  20' 50" - 114 derajat 50' 18"
Dengan batas-batas daerah :
Sebelah Utara : Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kab.Tapin
Sebelah Selatan : Laut Jawa
Sebelah Timur : Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin
Sebelah Barat : Kabupaten Kuala Kapuas (Prop.Kalimantan Tengah).
Dengan ketinggian 0,2 sampai 3 meter dari permukaaan air laut
Luas Wilayah : 2.996,96 km2  
Sumber : BPS Kabupaten Barito Kuala

LUAS DAERAH MENURUT KECAMATAN

KECAMATAN
LUAS
PERSENTASE
01.
Tabunganen
240,00
8,01
02.
Tamban 
164,30
5,48
03.
Mekarsari 
143,50
4,79
04.
Anjir Muara     
117,25
3,91
05.
Anjir Pasar 
126,00
4,20
06.
Alalak
106,85 
3,57
07.
Mandastana    
136,00 
4,54
08.
Belawang  
80,25
2,68
09.
Wanaraya
37,50
1,25
10.
Barambai   
261,81 
8,74
11.
Rantau Badauh 
206,00
6,87
12.
Cerbon 
183,00
6,11
13.
Bakumpai 
261,00
8,71
14.
Marabahan
221,00
7,37
15.
Tabukan
166,00
5,54
16.
Kuripan  
343,50
11,46
17.
Jejangkit 
203,50 
6,77
Kabupaten   
2.996,96
100,00
Sumber : BPS Kabupaten Barito Kuala

OBJEK WISATA

Nama Obyek Wisata   
  Status Lahan/Objek Milik
Jumlah Kunjungan wisata
Wisnu
Wisman
Jumlah
01.
Taman Wisata Alam Pulau Kembang   Milik Pemprop
13.100
125
13.225
02.
Jembatan Barito Milik Pemprop
10.056
-
10.056
03.
Agropolitan Terantang Pemkab.Dan Masyarakat
2.125 
-
2.125
04.
Wisata Agro Sungai Kambat Pemkab.Dan Masyarakat  
300
-
300
05.
Siring Wisata Marabahan Milik Pemkab
11.121
-
11.121
06.
Peternakan Kerbau Kalang Milik Masyarakat
1.021
-
1.012
07.
Makam H.Abdussamad Pemkab.Dan Masyarakat
11.825
-
11.825
08.
Makam Datu Kayan  Pemkab.Dan Masyarakat
174 
-
174
09.
Makam Datu Aminin   Pemkab.Dan Masyarakat 
152
-
152
Jumlah
49.865  
125   
49.990
Sumber : Dinas Lingk.Hidup,Kebersihan,Pariwisata dan Budaya Kab.Barito Kuala

Hotel dan Penginapan Lainnya Dengan Jenis Klasifikasi
Kabupaten Barito Kuala

Nama Hotel/Penginapan
 Lokasi  Kecamatan 
 Kelas 
Jumlah  Kamar
01.
Losmen Budi Berkat Marabahan Melati 
36
02.
Losmen HI Marabahan Melati 
24
03.
Mess Pemda Batola  Marabahan -
16
Sumber : Dinas Lingk.Hidup,Kebersihan,Pariwisata dan Budaya Kab.Barito Kuala